09 April 2016

Bupati Banyuwangi Paksa Perbankan Kucurkan Kredit Mikro

Segmen mikro meski memiliki potensi besar sejauh ini masih belum mendapatkan porsi yang cukup dalam setiap penyaluran kredit dari perbankan secara umum. Padahal, banyak debitur di sektor mikro yang membutuhkan pendanaan untuk meningkatkan skala usahanya.


Oleh karena alasan itulah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memiliki cara unik tersendiri  "memaksa" perbankan untuk mau getol mengucurkan kredit ke segmen mikro. "Bank yang memberikan kredit mikro cukup baik, kami berikan reward, duitnya pemda saya letakkan di situ lebih banyak," kata Anas di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2016).

Sebaliknya kata dia, apabila perbankan malas-malasan dalam membantu pendanaan bagi sektor mikro,  Pemda juga akan memberikan porsi kecil dari APBD-nya untuk disimpan di bank bersangkutan. "Kalau tidak banyak (menyalurkannya), duitnya Pemda kami geser. Kami geser Rp 100 miliar saja, kepala cabangnya sudah keringat dingin itu," ucap Anas.

Anas mengatakan, tadinya kepala-kepala cabang sangat rajin menemuinya sebelum akhir tahun. Intinya, mereka meminta agar Pemda lebih banyak menempatkan dana APBD di bank mereka. "Saya bilang, OK, asalkan kredit mikro jalan," kata Anas.

Di sisi lain, dana bergulir untuk masyarakat juga dikucurkan melalui kredit mikro. Hal ini menurut Anas lebih efektif daripada memberikan hibah yang  dananya tidak kembali dan tidak bisa digunakan untuk membantu yang lainnya lagi. "Kalau (dapat kredit) dari bank, kan mereka tertib, mau enggak mau bayar. Karena kalau tidak bayar, asetnya disita," ucap Anas.

Cara ini terbukti efektif meningkatkan outstanding kredit mikro, yang tumbuh rata-rata per tahun sebesar 34 persen. Saat ini kata Anas, outstanding kredit mencapai Rp 8,93 triliun dengan NPL 2,1 persen.(dikutip dari kompas.com)

Artikel Terkait

Home