25 September 2017

Lomba Memancing Dengan Hadiah Lumayan Menggiurkan


  
Lomba....memancing.. apa yang ada di benak kita? kemungkinan besar, ikan. Sedikit yang memikirkan pancing. Lain halnya bagi peserta yang berpartisipasi. Bisa diperkirakan mereka langsung ingat pada peralatannya. Apa masih dipinjam orang lain, mungkin lagi patah (ini biasanya terjadi pada anak-anak yang masih tahap pemula), atau sudah tidak bisa dipakai lagi.

Hari libur bisa digunakan untuk membebaskan diri dari rutinitas setiap  hari. Tepatnya Minggu tanggal 24 September 2017 kemarin pemuda-pemuda karang taruna Grojokan Mas desa Siliragung Kecamatan Siliragung kabupaten Banyuwangi aktif dengan kegiatan kembali. Mereka mengadakan lomba memancing untuk semua kalangan. Aliran sungai yang dulunya dipergunakan untuk budidaya ikan dengan sistim keramba, oleh karena sudah lama kosong panitia lomba memancing menggunakan tempat tersebut tepatnya pada aliran sungai sebelah utara puskesmas Siliragung.

Satu hari sebelum hari ha sungai dipersiapkan dengan cara dibendung kurang lebihnya 20 meter ke arah kiri jembatan dan 20 meter lagi ke arah kanan agar air yang tertampung bisa lebih banyak dan ikan yang di lepaskan tidak keluar dari jalur perlombaan.

Hari Minggu sebagai hari ketentuan lomba sudah tiba. Mulai jam 07.00 WIB para panitia sibuk mempersiapkan segalanya dari nomor undian, tempat  peserta memancing dan ikan yang akan dimasukkan sebagai sasaran utama. Selain panitia,  peserta tidak kalah sibuknya. Mereka mempersiapkan peralatan dan umpannnya serta memastikan kebagian tempat dimana. Sejenak perempatan jalan dibawah pohon Trembesi menjadi sangat ramai sehingga bagian jalan yang menuju arah Utara harus ditutup sementara. 

Setelah persiapan  matang semua seperti tidak sabar untuk menunggu acara segera dimulai termasuk para penontonnya. Sebelum acara gurau penonton dan peserta menambah semangat semua yang ada di arena. Kurang 15 menit lomba dimulai, panitia memasukkan ikan Lele beberapa keranjang ke dalan air sungai untuk dipancing nantinya. Pemasukan ikan ini ada 2 tahap dan waktu lomba hanya 2 jam.

Tepat jam 13.00 perlombaan dimuai, sebelumnya panitia membacakan tata tertip lomba, diantaranya:
1. Pemenang dianggap syah jika ikan yang kena pancing kena mulutnya.
2. Sebelum hitungan mulai pancing tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam air.
3. Dianggab menang jika ikan yang peroleh berat yang paling banyak dan sudah tidak ada yang         lain  sebagai pembandingnya. 

Setiap ada peserta yang berhasil mendapatkan ikan sontak sorak yang disertai tawa penonton dan peserta yang lain menimbulkan  keramaian yang mengagetkan, dengan sigap panitia segera mendekat untuk memeriksanya guna memastikan ikan yang terpancing benar-benar kena mulutnya. Jika yang tersangkut pada perut atau insangnya, tidak dapat masuk dalam kategori lomba. Tapi bagi para peserta yang tidak masuk hitungan tapi berhasil mendapatkan ikan, mereka tetap merasa senang oleh karena ikannya bisa dibawa pulang. Peserta yang yang sama sekali tidak memperoleh ikan dalam lomba memancing mengakui cukup sulit untuk memancing ikan dalam sebuah perlombaan.

Dua jam berlalu tidak terasa, acara selesai. Ada 3 pemenang yaitu: juara 1 Mus dari Sukorejo dengan berat ikan yang diperoleh 2.3 kg, juara 2 Rofiq dari Siliragung dengan berat ikan 1.3 kg dan juara 3 Karto dari Kebondalen dengan berat ikan yang diperoleh 1.2 kg. Hadiah masing-masing pemenang Uang sebesar Rp 700.000, Rp 500.000 dan Rp 300.000. Begitulah cerita Holili salah satu dari panitia lomba memancing yang diketuai oleh Bapak Imam.

Artikel Terkait

Home