17 Juli 2011

Pilkades Sumberberas 2011 akan Dibawa ke Ranah Hukum

Pilkades 2011
Kilas Sumberayu- Pemilihan Kepala Desa Sumberberas 2011 yang dilaksanakan pertengahan Juni 2011 sudah usai tinggal menunggu pelantikan calon kepala desa terpilih yaitu Ibu Sri Purnanik yang memperoleh suara terbanyak pada proses pemilihan tersebut menjadi Kepala Desa, paska Pilkades suasana seperti air yang tenang namun tidak tahu ada arus di dalamnya yang siap menenggelamkan siapa saja
Namun masih ada permasalahan yang umum terjadi pada peristiwa pemilihan-pemilihan di negri ini, yaitu yang menang atau yang memperoleh suara terbanyak dicurigai melakukan banyak kecurangan atau kesalahan di sana sini dan sepertinya permasalahan tersebut mencari-cari sebuah kesalahan meski hanya kecil akan diangkat ke permukaan meskipun yang mengangkat juga melakukan kesalahan yang sama bahkan mungkin bisa lebih besar kesalahannya, tetapi karena yang menang memperoleh suara terbanyak jadi dianggap melakukan banyak kecurangan
Begitu juga pada Pilkades Sumberberas 2011 yang baru terjadi, calon kepala desa terpilihpun dianggap melakukan kecurangan bahkan Panitiapun juga dianggap melakukan kecurangan oleh beberapa orang yang tidak mau menunjukkan identitasnya, mereka mencoba mencari pendamping untuk maju membawa Pilkades Sumberberas 2011 ke ranah hukum
Seperti dikutip dari harian Surabaya Pagi, Jatim Mandiri (11 Juli 2011) “Secara jelas sudah terlihat, bagaimana sikap panitia yang cenderung berpihak kepada calon terpilih. Sikap seperti itu jelas kan menciderai rasa keadilan dalam berdemokrasi,” ungkap warga yang tidak mau disebut namanya

Pilkades Sumberberas yang berlangsung pada tanggal 15 Juni 2011 diikiuti oleh 3 orang calon yakni : Sri Purnanik, Ir Slamet Riyadi dan Saring Ariyanto, SPd. Sri Purnanik yang diketahui adalah adik kandung Amanu, Kades yang sekarang ini masih menjabat, berhasil memenangkan Pilkades dengan perolehan suara sebanyak 4.525 suara. Sementara , Ir Slamet Ryadi berada pada posisi kedua dengan perolehan suara sebanyak : 4.332 suara, atau hanya selisih 193 suara dari yang diraih Sri purnanik
Kata pepatah gajah di pelupuk mata tak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. Mencari kesalahan yang dilakukan orang lain itu sangat gampang, tetapi memberi contoh yang baik itu yang sulit, seperti yang tertulis di media tersebut juga ada yang salah, salah satu nama calon Saring Ariyanto, SPd itu salah yang benar Saring Aryanto, SPd, nama kepala desa juga salah bukan Amanu tetapi Rochmanu. Kesalahan penulisan nama sepertinya kesalahan yang kecil, namun cukup untuk diperhitungkan karena jika tertulis pada sebuah alamat surat maka tidak akan sampai ke tujuan, kata orang jawa “ora dijenangne abang”
Mungkin penulis atau warga yang melapor ke pendamping dan penulis kurang teliti sehingga dalam jumlah suara yang tertulispun juga salah, Sri Purnanik memperoleh suara 4.535 bukan 4.525, sehingga selisihnya 203 suara bukan 193 suara, mungkin yang memaparkan berita tidak membaca Kilas Sumberayu yang memposting Hasil Penghitungan Suara Pilkades Sumberberas 2011 secara streaming langsung, atau yang bercerita tidak mendegar pengumuman dari Ketua Panitia bahwa Hasil Penghitungan Suara Pilkades Sumberberas 2011 bisa dilihat secara online
Dan yang terlihat aneh kenapa yang memberitakan adalah Surabaya Pagi Jatim Mandiri yang tidak biasa terlihat di wilayah Sumberberas, kok bukan Radar Banyuwangi yang sudah akrab dengan warga Sumberberas, demikian juga LSM yang diharap sebagai pendamping kok bukan dari wilayah yang dekat dengan Sumberberas yang sedikitnya paham dengan wilayah Sumberberas?
Seandainya 99% warga Sumberberas sudah melek tehnologi mungkin akan mudah untuk melaksanakan Pilkades dan bisa meminimalisir kesalahan, namun karena semua warga yang mempunyai hak suara adalah manusia bukan malaikat maka akan sulit untuk bersih total, terlalu banyak yang pintar ataupun yang sok pintar sehingga kata orang jawa “kakean gludhug ning ora udan”

Artikel Terkait

Home