27 November 2012

Mendongkrak Nafsu Makan dengan Ganja (Cimeng)


Dibalik efek negatif pasti tersimpan efek positif, ibarat sebuah pisau jika dipergunakan tepat sasaran pisau akan bermanfaat bagi kita semua. Demikian juga dengan ganja (cimeng) dengan tatacara penggunaan yang tidak berlebihan dan sebagaimana perlunya tidak boleh dijadikan hanya untuk kepuasan sesaat, ganja ini bisa bermanfaat untuk kesehatan.
Dikutip dari Inilah.com penelitian terbaru yang dilakukan tim dari University of Alberta menunjukkan bahwa daun ganja ternyata mengandung bahan aktif yang dapat menambah nafsu makan para pasien kanker.
"Bahan aktif dalam ganja yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), dapat meningkatkan selera makan dan kemampuan pengecapan pada pasien kanker stadium lanjut," jelas peneliti.
Sebelumnya, ganja telah dikenal dapat mengurangi gejala mual pada pasien kanker, sehingga menggunakan THC juga dapat berfungsi sebagai perangsang selera makan.
Hasil penelitian menunjukkan 37% dari kanker pasien yang mengambil 2,5 miligram senyawa dalam bentuk pil THC 2 atau 3 kali sehari selama 18 hari, melaporkan peningkatan selera makan, dibandingkan dengan 30% pasien yang mengambil plasebo (obat kosong).
Dan 64% pasien yang mengambil THC melaporkan nafsu makan meningkatkan dibandingkan dengan 50 persen pasien yang mengambil plasebo.
"Ganja memiliki reputasi yang buruk bagi orang sehat, tetapi studi menunjukkan bahwa ganja juga memiliki efek yang baik bagi pasien kanker," jelas peneliti Wendy Wismer, seorang ilmuwan makanan di University of Alberta di Kanada.
Wismer mengatakan, pasien kanker yang dapat menikmati makanan dan tidak merasa lapar adalah perbaikan yang besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
"Pasien kanker stadium lanjut sering mengalami wasting syndrome, dimana tubuh membakar kalori lebih cepat ketimbang orang yang tidak menderita kanker. Tapi di sisi lain, pasien kanker sering kehilangan nafsu makannya," jelas Wismer.
Menurut Wismer, studi ini dapat menunjukkan bahwa THC dapat membantu mengatasi wasting syndrome. "Selanjutnya, temuan ini harus diuji dalam penelitian yang lebih besar dengan lebih banyak pasien," kata Wismer.
Tak hanya itu, disebutkan juga bahwa pada umumnya, mengisap ganja memberikan efek santai pada pengguna. ganja juga meningkatkan nafsu makan.
Dilansir, berbagai sumber, Drug Enforcement Administration (DEA) and the Drug Policy Alliance (DPA), menyebutkan beberapa keunggulan ganja untuk kesehatan. Apa saja ?
Sembuhkan multiple sclerosis
Dilansir Dailymail, ekstrak daun ganja juga bisa digunakan dalan penyembuhan penyakit multiple sclerosis.
Seperti diketahui, multiple slerosis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf yang diakibatkan oleh kerusakan myelin, sebuah pelindung yang mengelilingi serabut pada sistem saraf pusat. Saat myelin mengalami kerusakan, organ tersebut akan mengganggu penyampaian pesan antara otak dan bagian tubuh lainnya.
Obat kanker
Ganja bisa menjadi salah satu obat dalam terapi penyembuhan kanker. Cara kerjanya adalah dengan mengaktifkan molekul-molekul dalam tubuh seperti cannabinoid receptor, yang pada akhirnya akan menghentikan pengiriman sinyal rasa sakit ke otak.
Penangkal arthritis
Senyawa dalam ganja juga disebutkan mampu membantu menyingkirkan penyakit arthritis, sakit kepala, parkinson, glaukoma, hipertensi, alzheimer, dan lainnya selama penggunaannya dalam batas wajar.
Epilepsi
Senyawa cannabidiol dalam tanaman ganja efektif dalam meredakan nyeri yang terjadi di otak, yang biasanya menjadi pemicu kejang pada pasien epilepsi. Senyawa inidibantu oleh senyawa lain dalam tanaman ganja, yakni GWP42006.
Pendongkrak nafsu makan
Studi baru di Kanada menyebutkan bahwa bahan aktif dalam ganja dapat membantu pasien kanker mendapatkan kembali selera dan indera perasa mereka.
Hilangnya nafsu makan adalah kondisi umum pada pasien kanker, baik karena kanker itu sendiri maupun pengobatannya yang memengaruhi rasa dan bau sehingga menyebabkan hilangnya kenikmatan makanan.
Secara acak, pasien menerima obat dari apoteker dengan cara double-blind, yang berarti bahwa baik pasien maupun dokter sama-sama tak tahu obat yang diterima.
Sebelas pasien menerima kapsul oral yang mengandung delta 9 tetrahydrocannabinol (THC) bahan psikoaktif utama dalam ganja dan delapan pasien menerima kapsul plasebo.

Artikel Terkait

Home