19 November 2012

Salah Siapa?

Kilas Sumberayu- Orang Jawa mengatakan bahwa Guru itu "Di Gugu lan Di Tiru", ada lagi pepatah mengatakan "Guru kencing berdiri murid kencing berlari". Kedua kalimat itu memang benar. Apalagi ketika seorang guru melakukan hal-hal di luar dari nilai-nilai kesopanan, maka hal itu akan dilakukan pula oleh siswanya. Akan tetapi guru tidak sadar bahwa tindakan tersebut di contoh dari apa yang ia lakukan.

Ketika seorang siswa melakukan tindakan yang membuat jengkel seorang guru, maka guru langsung menyalahkan siswa tersebut. Padahal tindakan itu dia contoh dari gurunya. Misalnya, ketika kegiatan upacara bendera, banyak siswa ngobrol, tidak disiplin. Dan mereka sudah diperingatkan berkali-kali tetap saja tidak ada perubahan. Sedangkan gurunya ngobrol, apalagi ketika ada tempat duduk, tidak segan-segannya mereka duduk. Tanpa mereka sadari bahwa mereka diperhatikan oleh banyak siswa. Dan ketika ditanya oleh salah satu rekannya, mereka menjawab “Jika saya berdiri terus, maka terasa pusing”. Sungguh alasan yang tidak masuk akal. Mereka tidak sadar, apakah siswanya merasakan hal itu juga? Merasa pusing ketika berdiri lama. Tapi mengapa siswa yang selalu disalahkan?

Dimana letak kesalahan itu? Bagaimana cara supaya tertanam jiwa yang disiplin dari seorang guru?

Artikel Terkait

Home