18 Maret 2013

Mengapa Tidak Menyukai Matematika?

Begitu menyenangkan bagi orang tua bisa melihat anaknya menguasai dan mahir dalam semua pelajaran di sekolahnya. Yang menjadi masalah anak-anak Indonesia biasanya, tidak begitu menyukai pelajaran-pelajaran yang dianggapnya agak-agak sampai yg sulit, seperti matematika.

Dan jika melihat nilai pelajaran matematika dari anak-anaknya hanya standar atau di bawah standar dari teman-teman dikelasnya maka para orang tua akan menjadi bingung karena merasa anaknya memiliki kemampuan di bawah standar, kemudian berusaha untuk memberikan pelajaran tambahan diluar jam sekolah seperti memasukkan ke bimbingan belajar atau yang lainya.

Terus sekarang yg jadi pertanyaan mengapa anak-anak kurang begitu senang dg pelajaran matematika? Yang harus diperhatikan adalah:

Faktor orang tua
Yaitu jika orang tuanya sendiri kurang begitu menyenangi atau kurang mampu menguasai Matematika, bagaimana anaknya akan menyenangi matematika apalagi sampai mencapai tingkat mahir dan menurut kata ahli bahwa kecerdasan itu 80% berasal dari ibu.

Faktor gizi
Yaitu jika makanan yg dikonsumsi oleh anak-anak kurang memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh maka akan menimbulkan rasa malas untuk berbuat apa saja, jangankan untuk belajar makan saja bisa malas, terus yg tidak begitu malas adalah ngemil dan ngerumpi.

Faktor Belajar
Yaitu jika anak terforsir waktunya untuk belajar, belajar dan belajar maka akan menjadikan kerja otak anak semakin sengsara atau memaksa otak untuk bekerja keras sehingga otak akan merasa lelah, dan jika kelelahan otak minimpa pada anak-anak akan mengakibatkan rasa malas yg berkepanjangan sampai-sampai berani melawan orang tua, karena anak merasa orang tua sangat memaksa dia untuk melakukan hal yang melelahkan dan tak kunjung habis.

Faktor Guru
Yaitu jika guru yang mengajar matematika kurang menyenangkan bagi anak anak maka secara otomatis anak akan kurang menyenangi pelajaran yg diajarkanya, dan biasanya guru matematika itu killer meski tidak semuanya begitu, jika gurunya menyebalkan maka pelajaran yag diajarkan terasa menyiksa atau membosankan.

Faktor Teman
Yaitu jika anak-anak berteman dengan anak yg kurang menyenangi matematika maka biasanya akan mempengaruhi atau mengajak temannya untuk ikut tidak menyenangi matematika juga.

Faktor Lingkungan
Yaitu jika anak-anak berada pada linkungan yang kurang menyenangi dg sekolah atau lebih mengarah kearah bekerja maka akan mempengaruhi anak untuk tidak belajar, sehingga pelajaran matematikapun akan dianggap remeh atau diabaikan begitu saja, dan yg ada dalam otaknya hanya uang dan uang.

Faktor kecerdasan
Jika kecerdasan memang sudah dari sananya karena yg cerdas lebih suka mempelajari apa yg diaanggap kurang mengerti atau apa yg dia anggap rumit.

Artikel Terkait

Home