11 Desember 2013

Seniman apa Olahragawan yang Mengharumkan Nama Bangsa?


Kilas Sumberayu- Sungguh merupakan suatu kebanggaan tersendiri jika bisa memberikan sumbangsih untuk negara apa lagi jika sumbangsih yg diberikan mampu membawa nama harum negri ini, akan membuat hati terasa besar ketika ditanya "where you from" dengan bangga akan menjawab "Indonesia", banggakah kita dengan Indonesia yang kaya akan budaya dan keindahan alam serta memiliki beberapa keajaiban dunia?

Namun jika diamati sepertinya rasa bangga terhadap Indonesia atau jiwa nasionalisme kurang mengakar pada warga negara Indonesia ini.

Jika ada pertanyaan "Seniman apa Olahragawan yg lebih banyak memberikan sumbangsih untuk mengharumkan nama bangsa?"

Mungkin akan banyak yng menjawab bahwa yang lebih banyak mengharumkan nama bangsa adalah "olahragawan" karena memang yang sering terdengar sebagai pengharum nama bangsa adalah peristiwa olahraga dan pemerintah sendiripun seperti lebih menghargai olah raga daripada seni terbukti dalam permohonan bantuan dana pada pemerintah jika untuk olah raga lebih mudah dapatnya dari pada untuk seni, demikian juga pada sekolah sekolah atau dunia pendidikan lebih mengutamakan olahraga daripada seni, kenapa tidak disamakan atau disejajarkan.

Coba kita tengok kebelakang sejenak apakah memang olahragawan lebih berjasa daripada seniman, seniman berjuang sejak negara belum merdeka sedang olahragawan setelah kemerdeakaan satu contoh lagu Indonesia Raya adalah karya seniman dan tercipta sejak belum kemerdekaan dan persiden RI yang pertama adalah seorang seniman, terbukti beliau adalah pelukis dan kolektor lukisan juga kolektor patung, peristiwa olah raga yang mengharumkan nama bangsa masih seputar bulutangkis dan Tinju sedangkan peristiwa seni lebih banyak, mulai vokalis, film, patung pasir anak anak, lukisan dll.

Tapi mengapa seni terasa kurang dihargai dari pada olahraga, atau sering terdengar bentrokan gara gara konser dangdut "itu kan dangdut", padahal juga sering terdengar peristiwa bentrokan gara gara sepak bola, namun tidak ada yang bilang "itu kan sepak bola".

Mungkin karena seniman orngnya banyak yg sabar sehingga diperlakukan demikian hanya tersenyum dan melanjutkan karyanya

Artikel Terkait

Home