04 Maret 2015

Pengembangan Pariwisata Banyuwangi didukung Menpar

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjanjikan empat hal sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ini penjelasan Menpar.

"Ada empat hal yang (akan) saya dukung untuk Banyuwangi," jelas di saat acara peluncuran Festival Banyuwangi 2015 di Gedung Sapta Pesona di Jakarta.

Ia mengatakan, Hal pertama yakni dukungan pemasaran di mana pihaknya menganggarkan Rp1,5 miliar untuk tiga kegiatan dalam rangkaian Festival Banyuwangi tahun 2015. Ia menyadari secara umum anggaran pemasaran mendukung pariwisata masih sangat lemah sehingga pihaknya berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk wilayah-wilayah yang memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan sektor pariwisatanya.

"Anggaran pemasaran pariwisata kita ini masih seperduabelasnya Malaysia, padahal kontribusi pariwisata bisa lebih besar ketimbang membangun industri lain. Khusus untuk Banyuwangi, bantuan Rp1,5 miliar itu ditargetkan mampu mendatangkan tambahan 30.000 wisatawan untuk berkunjung ke wilayah itu. Selain bantuan promosi, hal kedua yang dijanjikan Menpar adalah dukungan dalam mengembangan destinasi," ujar dia

Ia pun mengaku, pihaknya mendorong para pemangku kepentingan terkait terjun langsung ke destinasi wisata manapun yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata oleh Pemkab Banyuwangi. Selain itu, ia juga menjanjikan akan membantu pengembangan sumber daya manusia terutama bagi yang bergerak di sektor pariwisata Banyuwangi.

"Kami akan perkuat Politeknik Pariwisata di Banyuwangi. Kami akan bantu sertifikasi 100 putra-putri Banyuwangi dengan sertifikat standar ASEAN," papar dia.

"Hal keempat yang dijanjikan yakni membantu studi wisata bahari termasuk studi pembangunan marina.cApalagi wisata bahari banyak yang bisa dikembangkan di Banyuwangi," kata dia menambahkan.

Pada kesempatan yang sama Bupati Banyuwangi Abdulllah Azwar Anas mengatakan pengalamannya membangun pariwisata Banyuwangi dalam empat tahun membuatnya semakin yakin membangun pariwisata relatif sedikit pro dan kontra.

"Awalnya PKL direlokasi marah-marah tapi setelah ditata mereka senang karena penghasilannya naik 300-400 persen," imbuh dia.

Tercatat, kinerja pariwisata di Banyuwangi mampu mendongkrak pendapatan perkapita masyarakat dari Rp14,97 juta perkapita pertahun pada 2013 menjadi Rp25,5 juta perkapita pertahun pada 2014. Sementara kontribusi pariwisata memberikan nilai tambah Rp1,16 triliun atau tumbuh 17 persen dibandingkan 2012, atau naik 56 persen dibandingkan 2011.

Artikel Terkait

Home