31 Oktober 2012

Pembunuh Gadis itu Tertangkap

Kilas Sumberayu- Selasa 30 Oktober 2012 kemarin pada pukul 15.00 Wib Warga Desa Gambor, Singojuruh, gempar. karena ditemukan sosok mayat perempuan dalam kondisi tertelungkup dibawah jembatan. Mayat yang ditemukan dekat sungai Sasak Bomo itu kulitnya sawo matang, rambut panjang sebahu, ketika ditemukan, mengenakan kaos hijau dan bercelana jeans biru. Diduga, mayat perempuan tersebut adalah korban pembunuhan yang disertai pemerkosaan. Hal itu terlihat dari luka tusuk dibagian dada dan bagian tubuh lainnya serta kondisi celana korban yang tidak terkancing saat ditemukan. Diketahui identitas korban bernama Rima Lutfiasari, warga Dusun Sukodadi RT 01 RW IV, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Identitas korban diketahui setelah beberapa warga yang berkerumun mengenali gadis tersebut.

Selang lima jam kemudian, tim Buser Polres Banyuwangi bersama jajaran Polsek Srono berhasil membekuk dua pelaku pembunuhan sadis yang korbannya adalah Rima Lutfianasari, warga Dusun Sukodadi RT 01 RW IV, Desa Sraten, Kecamatan Cluring serta masih berstatus pelajar SMAN Purwoharjo.

Sedangkan dua pelaku diketahui bernama FGAF, warga Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring dan Frh, berusia 16 tahun yang masih berstatus pelajar SMK swasta di Cluring, berdomisili di Desa Wonosobo, barat jalan simpang tiga arah SMA Negeri, Kecamatan Srono.

Diduga motif dibalik pembunuhan terhadap korban yang tak lain bekas pacar pelaku yang bernama Firman, adalah keinginan menguasai motor honda Beat milik korban. Hal itu berawal dari dijemputnya korban oleh pelaku dirumahnya pada siang hari sebelumnya.

Kapolsek Srono, AKP Jodana Gunadi, SH, menyatakan, ikhwal tertangkapnya kedua pelaku justru pihaknya mendapat petunjuk dari temuan sandal korban di TKP. “Ketika anggota kami berpatroli melewati jalan Dusun Sukomukti, juga menemukan sandal yang sama. Akhirnya berbekal petunjuk temuan sandal itulah kami langsung melacak dan bersama tim Buser melakukan penangkapan kedua pelaku dirumah masing-masing pada pukul 19.45,” bebernya, seperti dikutip dari majalah-gempur.com

Mengingat TKP-nya terjadi di tiga wilayah, akhirnya kedua pelaku langsung dikirim ke Mapolres Banyuwangi untuk proses hukum selanjutnya. “Penyidik Sat Reskrim Polres Banyuwangi yang menangani perkaranya. Barang bukti yang kami sertakan antara lain sebuah pisau, sandal merah dan honda beat milik korban,” tandas Jodana, yang juga mantan Kapolsek Pesanggaran

Pertama kali yang menemukan mayat perempuan nahas tersebut adalah Poniran (30), warga Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono dan Suraji (39), warga Dusun Krajan, Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, yang bekerja sebagai pengayak pasir disebelah jembatan tersebut.

Awalnya, dua orang pengayak pasir itu mengira ada orang gila sedang tiduran dibawah jembatan. Namun sewaktu dipastikan, ternyata diketahui adalah sesosok mayat perempuan yang terlihat berdarah-darah dengan luka bekas tusukan benda tajam.

Akhirnya, tanpa menunggu lama kedua pekerja kasar itu langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan meminta bantuan untuk melaporkan temuan mayat perempuan itu ke polisi. Satu jam kemudian petugas kepolisian baru datang, langsung mengevakuasi korban dan menaikkan ke dalam mobil ambulance serta dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Artikel Terkait

Home