09 November 2013

Tips Fotografi bagi Pemula

Kilas Sumberayu - Bagi Anda yang memeiliki hoby fotografi pemula mungkin beberapa tips ini berguna bagi Anda, dan tips ini dikhususkan bagi yang hobi memotret bukan yang hobi dipotret.

Selalu bawa kamera anda
Kapanpun dan di manapun anda pergi, selalu bawa kamera anda. Hal ini memungkinkan anda untuk mengambil foto sebanyak mungkin dalam momen-momen yang tidak terduga, misalkan tiba-tiba ada demonstrasi di depan sekolah anda, atau ada parade yang melintas di jalan raya. Dengan selalu membawa kamera, anda tidak perlu khawatir untuk kehilangan momen-momen tersebut.

Manfaat lain dari hal ini adalah mau tidak mau anda menjadi lebih termotivasi untuk mengambil foto. Misalkan ketika sedang berjalan-jalan dan menemukan sebuah objek menarik, anda pasti akan teringat bahwa anda memiliki kamera di dalam tas.

Mau tidak mau anda akan mengeluarkan kamera dan mengambil gambar objek tersebut. Metode ini sangat cocok untuk sedikit "memaksa" anda dalam berlatih fotografi.

Jangan terburu-buru untuk membeli peralatan mahal
Belilah perlengkapan yang paling murah jika anda masih di tingkat pemula. Jangan tergiur lensa-lensa mahal yang menjanjikan hasil gambar luar biasa bagus. Peralatan memang penting, namun itu bukanlah hal yang terpenting.

Pelajari teknik dasar-dasar menggunakan peralatan tersebut, dan cobalah untuk mengambil foto yang berkualitas. Anda bisa menyaksikan ada banyak foto yang diambil dengan kamera murah dan sederhana. Ingat, yang paling penting dalam fotografi adalah visi anda dalam memandang suatu subjek, bukan seberapa mahal kamera yang anda miliki.    

Buat daftar objek-objek yang ingin anda ambil
Tulislah konsep foto-foto yang ingin anda ambil dalam sebuah daftar yang rapi. Jika kebetulan ada waktu kosong, anda bisa dengan sengaja pergi ke lokasi tertentu untuk berburu objek tersebut.

Dengan membuat daftar, progres anda dalam belajar fotografi akan lebih mudah terpantau dan proses belajar anda juga akan lebih sistematis dan terencana. Jangan lupa pula untuk menandai daftar anda, mana yang sudah berhasil anda penuhi.

Jika kelak anda berencana untuk mengambil gambar objek yang sama di kesempatan yang berbeda, tuliskanlah lagi di daftar anda. Intinya, anda harus membuat daftar tersebut serapi mungkin.    

Cobalah untuk membuat foto menarik dari situasi yang membosankan
Gunakan imajinasi dan kreativitas anda untuk mengambil gambar yang menarik dari situasi yang biasa-biasa saja, atau bahkan membosankan. Misalkan suasana ketika menunggu bus di halte, atau bahkan suasana di kamar tidur anda. Dengan melakukan hal ini, imajinasi anda akan menjadi lebih terlatih, dan kelak jika anda berniat terjun sebagai fotografer profesional, hal ini akan benar-benar berguna.    

Cari referensi belajar fotografi sebanyak mungkin
Saat ini, ada banyak sumber yang bisa anda manfaatkan untuk belajar fotografi. Jika anda memiliki akses ke internet, proses belajar akan menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan karena ada banyak website yang memberikan tutorial fotografi untuk pemula secara gratis. Akan lebih baik lagi jika anda mempelajarinya langsung dari fotografer profesional yang sudah berpengalaman.

Manfaatkan juga Youtube sebagai sumber referensi anda. Ada jutaan video di Youtube yang dengan gratis bisa anda tonton untuk menambah pengetahuan anda di dunia fotografi. Jangan ragu pula untuk subscribe channel-channel tertentu yang menurut anda bermanfaat.

Bereksperimen dengan kamera anda
Jika selama ini anda banyak mengambil gambar dengan bantuan Auto Mode yang disetting oleh kamera, cobalah untuk sedikit bereksperimen dengannya. Mulailah dari mode yang memungkinkan anda untuk mengatur sendiri flash kamera, dan amati dengan baik perbedaannya ketika flash dinyalakan dan dimatikan.

Jika anda menggunakan kamera DSLR, tidak ada salahnya untuk mencoba "creative mode", di mana anda bisa mengatur aperture, shutter speed, exposure, dan ISO kamera anda. Cobalah bermain-main juga dengan "white balance" pada kamera, dan ketika anda sudah mengetahui cara kerjanya, maka jangan ragu untuk melakukan eksperimen yang lebih ekstrim dengan kamera anda.

Pelajari istilah-istilah dasar fotografi
Walaupun anda tidak berminat terjun sebagai fotografer profesional, memahami istilah-isitlah dasar fotografi akan membantu anda dalam mengambil foto yang lebih baik lagi.

Pahami apa yang dimaksud dengan "shutter speed", "aperture", "white balance", "ISO", "exposure", dan lain-lain, serta efeknya pada gambar yang anda ambil. Jangan khawatir, saat ini sudah banyak website yang menjelaskan istilah-istilah fotografi dengan perumpamaan yang sangat sederhana sehingga lebih mudah dipahami,

Jangan gunakan zoom
Jika anda menggunakan kamera DSLR, anda bisa memilih untuk menggunakan prime lens, contohnya lensa 50mm. Pilih lensa yang tidak memiliki fasilitas zoom, sehingga mau tidak mau anda harus bergerak maju/ mundur untuk memperoleh gambar yang pas. Hal ini akan melatih kepekaan anda dalam mengambil komposisi suatu objek dan tidak bergantung pada fasilitas zoom yang disediakan oleh suatu lensa kamera.    

Minta pendapat orang lain
Publikasikanlah foto-foto anda, dan cobalah untuk meminta pendapat teman-teman anda. Akan lebih bagus jika anda memiliki kenalan seseorang yang sudah profesional di dunia fotografi. Mintalah saran dan kritiknya, serta cobalah untuk mengamati jenis foto seperti apa yang dikategorikan "bagus" olehnya.

Bersikaplah terbuka dalam menerima kritik, dan gunakan hal itu sebagai cambukan untuk menciptakan foto yang lebih baik lagi.

Anda bisa juga menggunakan komunitas fotografi online seperti Flickr, Instagram, DeviantArt, atau DigitalRev untuk saling bertukar komentar dan kritik seputar hasil foto anda.

Jangan mengandalkan software image editing (Photoshop dan lain-lain)
Walaupun kemampuan untuk mengedit foto mutlak diperlukan, bahkan oleh profesional sekalipun, jangan terlalu mengandalkan software untuk mempercantik foto-foto anda jika anda masih dalam tahap pemula.

Jangan biasakan untuk mengatakan "Ah, nanti saya bisa mengeditnya supaya lebih bagus".Usahakan untuk seminimal mungkin menggunakan Photosop dan sebangsanya, karena hal ini bisa memperlemah intuisi dan kepekaan anda sebagai fotografer. (dari berbagai sumber)

Artikel Terkait

Home