03 November 2013

Tour De ijen lewat Sumberberas

Kilas Sumberayu-Meski cuaca sangat panas, warga Sumberberas hari ini Minggu, 3/11/2013 menunggu lewatnya para pembalab yang berlomba di ajang Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) sejak pukul 10.00 WIB, BTDI adalah salah satu event andalan kabupaten Banyuwangi yang memadukan antara olahraga dan wisata berbasis keindahan alam atau sport tourism. BTDI akan kembali digelar pada 2 – 5 November 2013.


Saat kali pertama digelar tahun lalu, BTDI sukses mencuri perhatian perhatian dunia olahraga balap sepeda internasional sekaligus bisa mendatangkan ribuan wisatawan ke Banyuwangi. Event balap sepeda dunia tersebut sudah masuk agenda rutin (calendar of event) Persatuan Balap Sepeda Internasional Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI).

Jika pada tahun lalu BTDI menyuguhkan tiga stage maka tahun ini terjadi penambahan rute menjadi 4 stage. Tentunya ini menambah panjang lintasan yang harus dilalui oleh para pebalap yakni 606,5 kilometer, melewati seluruh 24 kecamatan yang ada di Banyuwangi.

Stage pertama dimulai dengancircuit racedi dalam kota Banyuwangi.Mengambil start di Jalan A. Yani, tepat dimuka kantor Bupati, ratusan pembalap akan menempuh 12 lap sepanjang 129,9 kilometer. Rute yang cenderung landai pada etape ini seolah menjadi arena pemanasan bagi para pembalap sebelum melalui stage selanjutnya yang lebih menantang.


Pada etape dua,ratusan pembalap BTDI akan memacu pedal sepedanya dari Stadion Garuda Bajulmati, Wongsorejo menuju Pulau Merah sejauh 189,6 kilometer. Pada rute ini selain mengandalkan kecepatan para pembalap juga harus mengeluarkan kemampuan ekstra untuk memenangkan race. Sebabrute yang naik turun dan panjang menjadijalur neraka yang cukup menguras tenaga. Namundemikian di sepanjang jalan pembalap disuguhkan view persawahan dan perbukitan yang asri. Kemudian finish di pantai Pulau Merah yang memiliki panorama dan ombak menawan.

Di stage ketiga para pembalap akan melalui rute Jajag- Genteng sepanjang 115,7 km. Di jalur ini tantangan tidak seberat etape sebelumnya meski tetap melalui kawasan perbukitan. Rute ini memberi kesempatan bagi pembalap untuk kembali membuktikan skill-nya dalam beradu cepat balap sepeda.


Stage keempat dan juga terakhir dengan rute Kalibaru – Ijen kembali menyuguhkan jalur neraka bagi pembalap. Rute sepanjang 171,3 kilometer ini tidak hanya menyuguhkan jalur yang panjang tapi juga rute tanjakan dan kelokan yang curam. Sejuknya hawa pegunungan Ijen di rute ini tidak mengurangi beratnya medan justru semakin menantang ketangguhan para racerkarena telah terbukti menjadi rute paling sulit dan melelahkan bagi para pembalap BTDI tahun lalu. Banyak diyakini bahwa rute menuju Ijen adalah yang terbaik di Asia untuk tanjakan balap sepeda.

Dan tadi pembalapnya ada yang sempat terjatuh tidak jauh dari Warung Kopi Margonet



Artikel Terkait

Home