22 Maret 2014

Banyuwangi mendapat penghargaan Ekonomi Kreatif Terbaik 2014

Satu lagi penghargaan tingkat nasional berhasil dibawa pulang Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin malam (19/3). Kali ini Banyuwangi berhasil meraih government award sebagai salah satu 10 kabupaten ter baik di Indonesia tahun 2014. Penghargaan itu diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi kepada Bupati Anas di Hotel Sahid Jakarta. Penganugerahan itu juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bap penas Armida Alisjahbana.

Penghargaan yang diinisiasi sebuah majalah nasional terbitan Jakarta itu, menempatkan Banyuwangi di peringkat ketujuh sebagai kabupaten terbaik dalam kategori pertumbuhan ekonomi kreatif. Dewan juri penghargaan itu terdiri atas para peneliti dari Indonesia Research Center (IRC) dan pakar otonomi daerah Prof. Dr. Ryas Rasyid. Salah satu indikator penghar gaan itu, selain melihat langsung kegiatan pemerintahan juga dila kukan me lalui penelitian.

Penelitian tersebut melibatkan berbagai masyarakat Banyuwangi. Bupati Anas mengatakan, pihaknya getol mendorong kemajuan industri kreatif berbasis pariwisata. “Sejumlah sub sektor industri kreatif, seperti seni pertunjukan, desain, arsitektur, fashion, kerajinan, dan pasar barang seni kami dorong agar tumbuh dan bisa berdampak ekonomi pada masyarakat,” jelas Bupati Anas.

Selain itu, lanjut Bupati Anas, sektor kuliner jadi pengungkit ekonomi berbasis pariwisata yang cukup besar. Semua sub sektor industri kreatif yang didorong itu adalah sektor yang berkaitan langsung dengan pariwisata yang sedang digenjot Banyuwangi. “Pariwisata yang kami bangun ini tidak ter cerabutdari potensi lokal. Industri kreatif yang tumbuh berbasis pada sumber daya masyarakat lokal,” papar Bupati Anas.

Beberapa sektor yang terkait dengan industri kreatif berbasis pariwisata di Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir ini, menunjukkan peningkatan. Sektor jasa hiburan kebudayaan, berdasar pada data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam setahun ada nilai tambah sekitar Rp 22,3 miliar pada 2011 naik menjadi Rp26,2 miliar pada 2012.

Sedangkan sektor kuliner terepresentasi dari nilai tambah restoran yang meningkat dari Rp 560,5 miliar melonjak jadi Rp 654,4 miliar. Adapun sektor perhotelan tumbuh dari Rp 286,6 miliar menjadi Rp 341,8 miliar. Sektor tekstil, barang kulit, dan alas kaki yang lekat dengan kerajinan rakyat, pada tahun 2012 nilai transaksinya Rp 4,7 miliar, tumbuh dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan sektor kertas dan barang cetakan naik dari Rp 155,2 menjadi Rp 175,1 miliar.

Per kembangan sub sektor industri berbasis wisata tersebut se laras dengan pertumbuhan sektor pertanian yang berdasar data BPS terjadi nilai tambah dari Rp 12 triliun menjadi Rp 13,9 triliun. “Ini bukti bahwa integrasi antar-sektor, yaitu dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder (industri pengolahan) dan tersier (jasa, ter masuk wisata), berlangsung dengan baik. Pertumbuhan ekonomi merata,” ungkap Bupati Anas. (radar)

Artikel Terkait

Home