10 April 2012

Sarana Tegur Sapa Warga (Swarga)

swarga Kilas Sumberayu- Sarana Tegur Sapa Warga (Swarga) adalah sebuah aplikasi yang cara kerjanya mirip dengan jejaring sosial Facebook. Tampilannya seperti blog, yang di-customize sedemikian rupa. Kelebihannya, Swarga bisa diaplikasikan menjadi media komunikasi di lingkungan tingkat RT dan RW. Aplikasi ini bisa dibuka menggunakan fasilitas internet di mana saja, di alamat www.rt-rw.com. Media gratis ini baru dimiliki dua RW di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai prototipe.

Aplikasi ini dibuat tim Research and Development Center (RDC) Telkom di Gegerkalong, Bandung, Jawa Barat. Sebagai Research Content and Application di RDC, Rakhman mengatakan, aplikasi ini dibuat pada awal tahun lalu. Saat itu, ide berawal dari banyaknya registrasi data pemilih pada Pemilu Presiden 2009 yang tidak valid.

"Kami bikin satu media, bisa dipakai kelurahan untuk validasi data. Dulu ada gap antara data yang di RT/RW dan yang di kelurahan. Kebetulan di Banyuwangi ada percontohan, mereka mau lingkungannya dijadikan prototipe," katanya.

Dari aplikasi ini, warga bisa melakukan banyak hal. Seperti mengisi form surat pengantar kepada RT atau RW, untuk kemudian dicetak sendiri dan tinggal meminta tanda tangan RT dan RW. Aplikasi ini juga bisa menyimpan database semua warga.

Warga bisa melihat secara bebas aplikasi yang dikontrol oleh ketua RT atau RW. Bahkan, warga bisa mengenali siapa penghuni tetangga yang belum dikenalnya dengan membuka aplikasi. Manfaat lainnya, warga bisa melaporkan tamu yang berkunjung melalui Swarga, dengan mengirim form via internet kepada ketua RT.

Konten yang bisa diakses aplikasi ini ada beberapa item. Mulai dari bikin surat pengantar, laporan tamu, laporan warga, profil pengguna, penduduk, dan peta kampung yang tersambung langsung dengan Google Map. Selain itu, ada konten sosialisasi yang berisi pengumuman, undangan, berita warga, dan galeri warga. Semua konten yang memiliki otoritas mengunggah hanya ketua RT atau ketua RW. Beberapa data privasi warga tidak ditampilkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam aplikasi ini, warga juga bisa mengunggah foto kegiatan di kampungnya. Ada juga forum warga yang bisa saling bertukar informasi atau sekadar saling bertukar pendapat. Bahkan, ada ruang untuk iklan yang bisa diberdayakan warga dari kegiatan yang dilakukan. (tribunnews.com)

Melihat dari fungsinya yang bisa membantu komunikasi antara warga dan perangkat pemerintahan desa, sepertinya Sumberberas layak untuk meniru. Namun jika di Sumberberas bikin aplikasi atau layanan seperti ini, sudah mampukah warganya untuk menikmati dan memanfaatkan aplikasinya, paling tidak semua ketua RT dan ketua RWnya?


Artikel Terkait

Home