25 April 2012

Tragedi Pasangan Bunuh Diri di Bali


Kilas Sumberayu-Warga di seputaran Jalan Dukuh Sari, Sesetan, Denpasar Selatan, Selasa (24/4) kemarin geger. Penyebabnya, di sebuah rumah di Gang Banteng No. 4 terjadi aksi pembunuhan disertai dengan bunuh diri. Pasangan suami-istri (pasutri) bernama Herni Susilowati (28) dan Sugianto (33) tewas mengenaskan. Leher pasutri tersebut mengalami luka gorok.

Kuat dugaan, sang istri terlebih dahulu digorok oleh suaminya. Setelah istrinya tewas, sang suami lalu bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri. Warga sekitar menemukan kedua jenazah di tempat berbeda. Jenazah Susilowati ditemukan di lantai kamar, sedangkan jenazah Sugianto bersandar di kamar mandi. Informasi di TKP, kejadianya berlangsung sekitar pukul 17.00 wita.

Sebelumnya, Sugianto sempat ngobrol-ngobrol dengan kakaknya, Bakir (pemilik sablon di TKP), sambil minum kopi. Setelah lama mengobrol, Bakir melanjutkan pekerjaannya di sablon. Sedangkan korban Sugianto masuk ke dalam kamarnya. Atas kejadian itu, warga pun langsung melapor ke kantor polisi. Informasi lain yang diperoleh Bali Post di TKP kemarin, Sugianto ini dikatakan terlihat berbeda sejak enam bulan terakhir. Dia stres, namun tidak diketahui penyebabnya. Sugianto pun sempat menghilang selama satu hari tanpa ada pesan.

''Sugianto baru tadi pagi (kemarin - red) datang ke rumahnya. Dia diantar seseorang,'' jelas warga yang tinggal di sekitar TKP. Kedatangan Sugianto itu membuat istrinya marah. Mereka pun sempat cekcok. Namun, keributan mereka berhasil diredam keluarganya.

''Mereka sempat bertengkar, sehingga semua keluarganya datang ke kamar korban dan memberikan nasihat,'' imbuhnya.

Kondisi Sugianto dan Herni Susilowati begitu mengenaskan, mereka adalah warga Sumberayu. Leher kedua korban mengalami luka menganga karena sayatan pisau dapur. Yang lebih mengiris hati, anaknya bernama Silvia yang baru berumur 4 tahun menyaksikan hal itu.

Saat itu, Silvia berada di dalam kamar dan duduk di kasur sambil menonton televisi. Informasi di TKP kemarin menjelaskan, anak korban dengan jelas menyaksikan aksi pembunuhan disertai bunuh diri orangtuanya. ''Anaknya tidak menangis, dia hanya terdiam saja,'' ujar saksi saat ditemui di lokasi. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Sunartha ketika dimintai keterangan mengatakan, terjadinya aksi pembunuhan dan disertai bunuh diri itu diduga dipicu rasa cemburu. Kuat dugaan, sang istri selingkuh dengan pria idaman lain (PIL), dan suaminya mengetahui perselingkuhan itu.

''Motifnya diduga cemburu,'' kata Kombes Sunartha. Namun, ia belum berani memastikan hal tersebut. Pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi. Ada beberapa saksi telah diamankan di Polsek Densel. (Sumber: Balipost)
Published with Blogger-droid v2.0.4

Artikel Terkait

Home