03 Oktober 2016

Hati-hati..! Angin Kencang Sampai November

BANYUWANGI – Sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim peralihan dari musim kemarau ke musim  hujan kondisi cuaca sedang tidak stabil. Angin kencang disertai hujan lebat masih saja menghantui  wilayah Banyuwangi.



Bahkan diprediksi, angin kencang masih terus terjadi hingga bulan November mendatang. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam Suryadi mengatakan, potensi angin kencang disertai hujan saat musim peralihan  seperti saat ini hampir terjadi di seluruh wilayah  Banyuwangi.

Namun, pihaknya memetakan ada beberapa kecamatan yang paling sering dilanda angin kencang saat cuaca ekstrem seperti ini. ”Kecamatan Gambiran, Srono, Cluring, Genteng dan Tegaldlimo rawan terkena angin kencang,” kata Eka.

Dia mengatakan, daerah yang  disebutkan tadi rawan lantaran kontur tanah di sana sangat datar dan banyak permukiman penduduknya. Jadi, jika ada angin kencang berembus secara otomatis angin tidak ada yang menghalangi dan berembus bebas ke rumah-rumah  warga.

”Karena datar tidak halangan, beda kalau ada di daerah Kecamatan  Banyuwangi, di sini kontur tanahnya ada yang tinggi ada yang rendah, jadi potensi kerusakan akibat angin kencang lebih minim,” kata Eka.

Imbas dari angin kencang yang terjadi ternyata tidak hanya di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran  saja yang mengalami kerusakan  akibat angin kencang. Di Desa  Kembiritan, Kecamatan Genteng juga dilaporkan banyak rumah yang tertimpa pohon akibat angin kencang  dan hujan lebat yang melanda.

”Di  Desa Kembiritan ada 8 rumah  total kerugian men capai Rp 6 juta,  sementara di Desa Yosomulyo ada sekitar 14 rumah yang tertimpa pohon, total keru giannya sekitar  Rp 20 juta,” tandasnya.

Terkait adanya angin kencang dan hujan lebat yang masih berpotensi terjadi ini, BPBD mengimbau kepada  warga untuk segera memangkas pohon-pohon di dekat rumah yang sekiranya sudah rapuh. Pohon-pohon  yang sudah tinggi dan berbahaya  lebih baik segera dipotong saja untuk menghindari musibah akibat angin kencang yang terjadi.

”Mulai sekarang harus digiatkan kerja bakti memangkas pohon yang sudah rapuh-rapuh demi keamanan. Ini faktor alam, kita harus mengantisipasi sejak dini. Jangan menunggu ada korban baru menebang pohon yang sudah  tinggi, utamanya yang dekat rumah warga,” imbuhnya. (radar)

Artikel Terkait

Home