03 Januari 2017

Kevin Sanjaya Sukomuljo, Pebulu Tangkis Dunia Asli Banyuwangi, Asal Desa Sumberberas

Didukung Ortu, Tekuni Badminton sejak Usia 5 Tahun. SOSOK Kevin Sanjaya memang sangat fenomenal. Selain karena prestasinya sudah semakin menanjak, ketampanan dari Kevin juga menjadi idola bagi kaum hawa. Saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah, dia sedang bersama keluarganya untuk berlibur di Banyuwangi.
Secara kebetulan, Ketua Persatuan Bulu Tangkis seluruh Indonesia (PBSI) Banyuwangi, Mujiono juga sedang ada di sana bersama Kevin dan keluarganya. Kesempatan bertemu Kevin merupakan sesuatu yang langka di Banyuwangi. Sebab, meski dia adalah orang Banyuwangi, namun saat ini lebih banyak tinggal di Jakarta.

Kedatangnnya ke Banyuwangi untuk merayakan liburan bersama keluarganya. Meski prestasinya sudah merambah dunia, Kevin tidak menunjukkan kesombongannya. Tutur katanya sopan dan sangat humble. Saat diajak berbincang dengan siapa pun, juara satu China Terbuka Super Series Premier 2016 itu terlihat sangat welcome. Seperti diketahui, pemain kelahiran Banyuwangi, 2 Agustus 1995 ini mengawali debutnya pada Kejuaraan Junior Asia 2012 silam, Kevin sempat diberi julukan “Si Anak Ajaib” oleh teman-teman atletnya, maupun para penggemarnya di luar lapangan.

Pukulan-pukulan Kevin yang beragam dan sulit untuk ditebak oleh lawan menjadi alasan mengapa atlet asli Laros ini dijuluki “Si Anak Ajaib”. Kevin saat ini memang merupakan pemain spesialis ganda putra. Prestasi anak kedua pasangan Sugiarto dan Winartin ini sedang menanjak meroket. Terakhir, pada awal Januari 2016 lalu, bersama pasangannya Markus Fernaldi Gideon, Kevin sukses menjadi juara di Malaysia Open Grand Prix Gold 2016 setelah mengalahkan pasangan senior Malaysia, Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong. Sebelumnya, sejak dipasangakan dengan Markus Gideon Fernaldi sekitar satu tahun lalu, Kevin beberapa kali naik podium turnamen bergengsi.

Sebelum terkenal seperti sekarang, Kevin kerap diperbincangkan saat dia masih bersaing di level junior. Segudang prestasi mampu dia kumpulkan oleh Kevin. Salah satu prestasi terbaiknya kala itu adalah mampu menjadi finalis World Junior Championship 2013.
Di nomor ganda campuran bersama pasangannya, Masita Mahmudin, menerima kekalahan tipis di laga final dengan skor 18-21 22-20 dan 21-23 atas pasangan Tiongkok, Huang Kaixiang dan Chen Qingchen. Kevin menceritakan, saat kecil waktunya memang lebih banyak dihabiskan di Desa Sumberayu, Kecamatan Muncar. 

Meski berada di desa, namun dunia bulu tangkis sudah dia kenal sejak dia masih berumur 5 tahun. Lapangan bulu tangkis berlantai ubin di belakang rumahnya menjadi saksi bisu awal kesuksesan dari Kevin. ”Saya dulu mulai menekuni bulu tangkis di lapangan bulu tangkis belakang rumah berlantai ubin. Awalnya sering melihat Papa bermain bulu tangkis, terus akhirnya saya tertarik,” kata atlet dengan tinggi 170 cm ini.

Meski usianya masih sangat belia dan postur tubuhnya sangat kecil, tidak menjadi halangan bagi Kevin menekuni olahraga tangkis. Dia terus berlatih untuk bisa bermain bulu tangkis. Secara kebetulan, orang tua Kevin sangat mendukung bermain bulu tangkis.

”Selain karena memang dari bakat saya, dukungan orang tua saya juga sangat berpengaruh besar. Orang tua sangat mendukung saya menekuni bulu tangkis,” ujar pria berusia 21 tahun ini. Dukungan dari orang tua sudah dia rasakan sejak masih duduk di bangku TK.
Saat itu, Sugiarto, ayah Kevin, memberi pilihan untuk memilih bulu tangkis atau serius menekuni pendidikan. Mendapat tawaran itu, Kevin langsung memilih untuk serius menekuni dunia bulu tangkis. ”Awalnya saya memang hanya ikut bermain saja di belakang rumah. 

Karena saya serius akhirnya saya dicarikan pelatih lokal Banyuwangi oleh Papa untuk bermain bulu tangkis. Usia saya waktu itu kalau nggak salah masih 5 tahun,” ungkap atlet yang meraih gelar terbanyak pada kalender turnamen BWF (Badminton World Federation) ini.

Tidak hanya itu, meski masih duduk di bangku TK, Kevin juga sudah mulai bergabung dengan klub bulu tangkis di Jember, yakni di PB Putra 46 Argopuro, Jember. Meski usianya masih belia, Kevin tetap rutin mengikuti latihan ke Jember bersama atlet-atlet bulu tangkis lainnya.

”Dulu saya pemain tunggal. Sejak bergabung dengan PB Djarum Kudus saat SMP, pelatih mulai melirik saya agar menjadi pemain ganda campuran maupun ganda putra,” kata Kevin yang mengaku mengidolakan Sigit Budiarto, pemain bulu tangkis ganda senior Indonesia. Prestasinya saat bermain sebagai pemain ganda semakin menanjak.

Berbagai even naisonal maupun internasional selalu dia ikuti. Juara selalu menjadi langgannya. Berlatih dengan serius merupakan kunci sukses dia yang terus dia jalankan selama ini. Dia pun berpesan kepada pemain bulu tangkis khususnya di Banyuwangi untuk terus giat berlatih dan tetap focus dengan segala impiannya.

”Jangan sia-siakan waktu. Ada peluang hari ini, harus dikerjakan hari ini. Jangan menunggu besok, besok dan besok. Semuda mungkin raihlah cita-cita kalian, dan yang pasti harus jadi diri sendiri,” terang atlet yang pernah bersekolah di SDK Tembokrejo, Muncar ini.

Meski segudang prestasi sudah berhasil dia raih, Kevin tidak berpuas diri begitu saja. Dia terus ingin mengumpulkan gelar juara untuk ke depannya. Yang terdekat ini, Kevin sedang bersiap diri untuk mengikuti turnamen All Enland bersama pasangannya Markus.
”Target tentunya juara. Mohon doanya untuk warga Banyuwangi. Meski saat ini saya tinggal di Jakarta, hati saya tetap Banyuwangi,” tandasnya, Sugiarto, ayah Kevin menambahkan dia memang suka mengajak anak keduanya ini saat bermain bulu tangkis di belakang rumahnya dengan teman-temnnya.

Pilihan untuk bermain bulu tangkis harus segera dijalankan agar anaknya lebih fokus untuk meraih cita-citanya. Bahkan, saat dia sudah mahir bermain bulu tangkis, Sugiarto juga tidak segan-segan untuk mengikutkan anaknya dalam turnamen bulu  tangkis.

”Ikut turnamen biar pengalamannya bertambah. Waktu Kevin kecil sudah pernah saya ikutkan turnamen di Bandung. Saya yang mengantarnya sendiri,” jelasnya. Dia juga berpesan kepada orang tua lainnya khususnya di Banyuwangi agar sedini mungkin untuk mengarahkan anaknya kemana tujuannya kelak.

Jika cita-cita sudah dibangun sejak kecil, tentu itu akan menjadi pondasi diri yang sangat kokoh dan yang pasti, cita-cita yang diinginkan oleh anak akan mudah tercapai jika orang tua memberikan pilihan dan dukungan. ”Tapi perlu diingat, segala prestasi yang diraih jangan membuat kita menjadi orang yang sombong, Prestasi bisa menjadi sebuah semangat baru untuk meraih cita-cita kita yang lebih tinggi lagi,” tandasnya.

Ketua PBSI Banyuwangi, Mujiono mengaku bangga dengan prestasi Kevin saat ini. Tidak hanya berhasil membawa nama Banyuwangi, nama Kevin juga telah menasional bahkan sudah mendunia. Pemkab Banyuwangi melalui PBSI Banyuwangi terus akan memberi dukungan kepada Kevin agar terus mengejar prestasi setinggi  mungkin.

“Kevin bisa menjadi contoh pemain lain di Banyuwangi. Dukungan orang tua dari Kevin juga berperan penting atas prestasi Kevin. Mudah- mudahan ini bisa ditiru oleh orang tua lainnya, karena dengan jika kita berprestasi di dunia bulu tangkis ternyata juga bisa meningkatkan perekonmian kita,” kata Mujiono.

Khusus untuk bulu tangkis di Banyuwangi, pihaknya akan terus melakukan pembinaan pemain sejak usia dini. Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis juga terus ruitn akan dilakukan oleh PBSI Banyuwangi khususnya pembinaan di usia dini.

”Even-even bulutangkis perlu diperbanyak khususnya bagi usia dini. Ini perlu dilakukan agar muncul Kevin baru dari Banyuwangi,” harapnya. Keseriusan Mujiono untuk memajukan bulu tangkis Banyuwangi juga bukan hanya isapan jempol saja. Pihaknya juga berencana membangun sebuah gedung khusus bulu tangkis yang berada di Dusun Tembakon, Kelurahan Banjarsari, Glagah tepatnya di depan Radio GBS FM.

Gedung bulu tangkis itu nantinya juga akan dilengkapi dengan mess pemain, tribun, lapangan parkir dan fasilitas lengkap lainnya.”Nanti akan kasih 4 line di sana. Luas area GOR Bulu Tangkis itu ada sekitar 1 hektare. Tahun ini akan kami garap. Kalau sudah punya gedung khusus bulu tangkis, saya yakin nanti bulu tangkis kita akan lebih maju, peminat bulu tangkis di Banyuwangi ini sangat tinggi. Nanti Mas Kevin juga bisa menjadi pelatih di sini,” terangnya.

Rencana Mujiono ini juga disambut baik oleh Kevin. Sebab sejauh ini Banyuwangi dirasa masih belum memiliki gedung khusus olahraga bulu tangkis. Jika memang benar itu terealisasi, Kevin juga yakin jika nantinya aka nada lagi pemain bulu tangkis dunia yang lahir dari Banyuwangi.

”Setuju sekali jika ada GOR Bulu Tangkis di Banyuwangi. Saya juga sangat mendukung itu,” pungkasnya. (radar) (Gndl)

Artikel Terkait

Home