02 Mei 2015

Pedagang Pasar Sumberayu Menolak Pendirian Swalayan "Mitra"

Para pedagang Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, menolak rencana pendirian Mitra Swalayan di desanya kemarin (1/5/2015). Penolakan itu disampaikan melalui aksi damai yang digelar di depan Pasar Sumberayu.



Dalam aksinya, puluhan pedagang mengusung dua spanduk berukuran besar berisi penolakan rencana pembukaan Mitra Swalayan di sekitar pasar tersebut. “Pedagang pasar menolak Mitra Swalayan,” cetus Ketua Persatuan Pedagang Pasar Sumberberas, Joko Sugiharto, 47.

Menurut Joko, rencana pendirian Mitra Swalayan telah membuat para pedagang pasar tradisional merasa resah. Sebab, Swalayan  yang akan berdiri dengan jarak sekitar 300 meter dari pasar, itu dianggap akan mengancam para pedagang yang selama ini jualan di pasar tradisional.

“Kalau swalayan itu berdiri, pedagang bisa gulung tikar,” ujarnya. Para pedagang menilai, jelas dia, produk yang dijual di Mitra Swalayan itu tidak jauh beda dengan yang dijual pedagang di pasar tradisional Sumberayu. Dengan kualitas barang yang sama, ini membuat pedagang pasar akan kalah bersaing.


“Apalagi pedagang pasar ini, selama ini banyak yang mengambil barang di swalayan untuk dijual ke pasar,” ungkapnya. Dalam tuntutannya, pedagang pasar meminta Pemkab Banyuwangi tidak memberi izin pendirian swalayan di sekitar Kecamatan Muncar.

Apalagi, lokasinya sangat berdekatan dengan pasar tradisional. “Kalau sampai (swalayan itu) buka, bupati telah ingkar janji dan tidak melindungi pedagang pasar tradisional,” cetus Irfan Yusuf, 45, salah seorang pedagang lainnya. Aksi penolakan yang dilakukan Jumat siang (1/5,2015), merupakan aksi permulaan.

Jika aksi ini tidak direspons, mereka mengancam akan kem bali melakukan aksi dengan jumlah masa yang lebih besar. “ Kami mohon Pemkab me respons aksi kami ini, sebelum kita gelar aksi yang lebih besar,” ancamnya.

Artikel Terkait

Home