24 Februari 2011

Korban Keracunan MTsN Bertambah


Sidomulyo- Jumlah siswa MTsN Banyuwangi II Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi yang keracunan jajanan sekolah melonjak dari 49 menjadi 119 orang. Kepala Puskesmas Sumberberas, Muhammad Rasyid, mengatakan, dari 119 siswa yang memeriksakan diri ke puskesmas Kamis (24/2) pukul 13.00 Wib bertambah lagi 68 orang. "Hari ini banyak penderita baru yang berdatangan," kata Rasyid, Kamis (24/2).

Sayangnya tidak semua siswa mau datang berobat ke puskesmas setempat. Tercatat 68 siswa yang sudah ditangani oleh Puskesmas Sumberberas. Sisanya memilih untuk diobati sendiri di rumah.

Kemarin, sebanyak 19 siswa terpaksa rawat inap di puskemas setempat, sementara 49 siswa lain bisa pulang seusai mendapat perawatan medis. Petugas Puskesmas menduga para siswa tersebut keracunan makanan.

Bertambahnya jumlah siswa yang keracunan tersebut, berlangsung sejak Rabu (23/2/2011) hingga Kamis siang ini, rata-rata gejala yang dikeluhkan sama. Yakni kepala pusing, mual, diare serta muntah-muntah, setelah memakan pentol, nasi goreng dan nasi pecel.

Rasyid belum bisa memastikan penyebab keracunan, apakah akibat makanan kadaluwarsa atau mengandung zat berbahaya. "Hasil laboratorium belum keluar," kata dia.

Untuk mengantisipasi penambahan penderita, petugas puskesmas melakukan penyuluhan di MTsN Banyuwangi II Sumberberas supaya tak mengkonsumsi jajanan di luar sekolah lagi. Salah satu siswa yang dirawat, M.Wahyu Puji Siswanto, 13 tahun, merasa pusing dan mual setelah memakan pentol cilot yang dijual oleh pedagang keliling di depan sekolahnya pada Selasa  (22/2) lalu. "Paginya diare dan muntah," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Hariadji Sugito, mengatakan, menetapkan kasus keracunan siswa MTsn 2 Sumberberas sebagai kejadian luar biasa (KLB). Meski begitu Dinas Kesehatan tak menertibkan pedagang keliling yang kerap berjualan di sekolah. "Kami kesulitan menjangkau mereka karena jumlahnya pasti mencapai ratusan ribu," kata dia.

Artikel Terkait

Home