02 Januari 2013

Awas Pungli di Taman Nasional Gunung Ijen

Kilas Sumberayu- Kawah Gunung Ijen semakin moncer namanya di dunia pariwisata (ecotourism). Banyak wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke gunung yang memiliki fenomena Blue Fire tersebut. Sayang, hal itu dinodai adanya dugaan pungutan liar terhadap wisatawan.

Seperti yang dikeluhkan Erwin (38), wisatawan lokal Banyuwangi. Bapak tiga anak ini merasa diperas saat berwisata ke Gunung Ijen untuk mengisi liburan akhir dan tahun baru kemarin. Dia diperas sejumlah orang yang mengaku dari instansi tertentu.

Erwin diminta bayar Rp 10 ribu/orang. Karena di dalam mobil ada 6 orang, maka dia harus membayar Rp 60 ribu. Tidak hanya itu. Karena Erwin membawa kamera, dia diminta bayar lagi. Tarifnya yakni Rp 50 ribu/kamera.

Parahnya lagi penarikan biaya tersebut diduga tidak resmi. Karena wisatawan tidak mendapatkan semacam karcis atau tiket sebagai bukti pembayaran. Ironisnya hal itu dilakukan dihadapan para petugas resmi BKSDA.

"Saya disuruh bayar tapi tidak diberi karcis," keluh pengusaha tambak ini, seperti dikutip dari surabaya.detik.com

Pungutan yang diduga tak berizin ini dilakukan di areal parkir Pos Paltuding (Pos sebelum ke puncak kawah Ijen). Sehingga mau tidak mau wisatawan akhirnya harus membayar tarif tidak lazim tersebut. Atau wisatawan harus memutar mobilnya keluar untuk pulang.

Diduga tidak hanya Erwin dan keluarganya yang menjadi korban pungli. Namun hampir semua wisatawan yang datang ke Gunung Ijen. Padahal di hari liburan akhir dan tahun baru kemarin, ribuan orang menghabiskan waktunya di gunung penghasil belerang itu.

Dari penelusuran detiksurabaya.com, pungli ini diduga dilakukan oleh preman. Namun preman ini diduga sengaja dipekerjakan oleh oknum instansi tertentu. Meski ada petugas resmi para penarik pungli ini dibiarkan saja.

Jika hal ini dibiarkan, maka sangat mungkin akan mencoreng nama baik Gunung Ijen. Dimana akhir-akhir ini Kawah Gunung Ijen menjadi primadona destinasi wisata Nasional dan International.

Artikel Terkait

Home