25 Januari 2013

Menelpon Istri di Surga


Seorang duda yang baru ditinggal mati istrinya baru saja membeli smartphone baru sekaligus kartu SIM-nya.

Tak kuasa menahan rindu pada sang istri, dia pun langsung melakukan panggilan ke istrinya di surga dari kota Nganjuk, Jawa Timur, selama satu jam.

Dan ternyata, setelah pulsanya dicek, si duda baru saja menghabiskan pulsa hingga Rp500 ribu atas panggilan tersebut. Sontak si duda kaget. Dia gusar sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, si duda masih penasaran dengan penghitungan tarif telepon yang demikian besar.

Lalu dia coba melakukan panggilan ke istrinya lagi di surga selama satu jam, dan ternyata dia hanya dikenakan biaya Rp1000.

Akhirnya si duda memutuskan untuk melampiaskan amarahnya di meja customer service (CS) salah satu operator telekomunikasi ternama di Jakarta.

"Saya mau protes! Kenapa selisihnya begitu besar? Padahal durasinya sama," bentak si duda kepada customer service yang meladeninya.

"Dari Nganjuk habis Rp500 ribu. Dari Jakarta?" tanya karyawan customer service tersebut memastikan.

"Cuma seribu perak!" jawab si duda lugas.

"Oh, itu masalahnya. Artinya, Jakarta lebih dekat..," terang karyawan customer service dengan tenang.

"Maksudnya lebih dekat??" tanya si duda bingung.

"Di Jakarta, bapak dikenakan tarif lokal. Kemungkinan surganya masih dekat, pak. Jadi lebih murah," jelas customer service tersenyum.

Artikel Terkait

Home